Hari raya Galungan dan Kuningan
Posting Oleh : Administrator [February 10, 2008 - 8:22 pm]
Hari raya Galungan dan Kuningan adalah salah satu hari raya besar yang diperingati di Bali, Hari raya Galungan dan Kuningan ini sendiri diperingati setiap 6 bulan sekali dalam tanggalan Bali (dalam 1 bulan ada 35 hari ) dan untuk Galungan sendiri tepat jatuh pada tanggal 24 januari 2008 ( Buda Kliwon wuku Dungulan / Tanggallan Bali ), sedangkan untuk Kuningan jatuh pada tanggal 2 februari 2008 ( Saniscara kliwon wuku kuningan / Tanggallan Bali )
Hari raya Galungan dan kuningan secara keseluruhan mempunyai makna kemenangan suci antara Dharma melawan Adharma, yang mana arti dari semua itu sangat luas dan perlu perenungan di dalam diri sendiri, dimana Dharma ( kebaikan ) dan Adharma ( Keburukan ) itu pada awalnya ada di dalam diri kita,jadi kemenangan ini di simboliskan dengan beberapa urutan upacara sebelum mencapai Galungan , 3 hari sebelum hari Galungan ada hari yang dinamakan Penyajaan Galungan ( bikin jajan dan alat upacara lainnya ).Di hari ini kita di latih kesabaran dan tulus iklas untuk mempersiapkan alat-alat upacara (sesajen) yang akan di persembahkan kehadapan IDA SANG HYANG WIDHI WASA (Tuhan yang Maha Esa)sebagai rasa bhakti kepadaNya .
Keesokan harinya atau 1 hari menjelang Hari Raya Galungan adalah Penampahan Galungan (Penampahan artinya nampah dalam bahasa bali atau memotong hewan ). Pada hari ini umumnya masyarakat Bali nampah ( memotong hewan) Babi, mungkin terbesit di benak kita kenapa Babi? kenapa tidak hewan yang lainnya selain Babi ?
Babi dikenal dengan sifat malas, Rakus dan Tamak maka babi di jadikan simbol dari sifat-sifat Adharma (Keburukan) dengan demikian diharapkan sifat-sifat itu dilebur dan dipersembahkan pada hari raya Galungan esok harinya agar nantinya tidak ada lagi keinginan - keinginan seperti yang terdapat dalam sifat-sofat Babi itu sendiri.Keeosokan hari saat Galungan tiba umat Hindu di Bali akan Bersembahyang di Pura ( tempat suci agama Hindu ) mulai dari pura keluarga, kemudian pura desa dan pura dalem (pura di daerah kuburan) Setelah hari galungan dilewati keesokan harinya di kenal dengan nama hari raya manis Galungan dimana pada hari ini intinya hampir sama dengan hari raya galungan, umat Hindu di Bali umumnya masih tetap bersembahyang dan bersilahturami dengan sanak keluarga dan bagi sebagian orang yang masih mempunyai keluarga yang meninggal dan belum sempat dibakar mayatnya (Ngaben upacara pembakaran mayat ) maka mereka akan berziarah ke makam keluarganya, maka dari itu perayaan Hari raya Galungan dan Kuningan itu sendiri selalu dimaknai adalah Hari Kemenangan Dharma dan Adharma yang semuanya itu ada di dalam di kita masing - masing,
Semua kemenangan itu bisa berjalan dan dirasakan dengan dasar ketulusan dan keiklasan kita dalam menyikapinya.
|